Koster Tegaskan AI Tidak Boleh Gantikan Kecerdasan Budaya

Melalui kolaborasi erat antara pemerintah, akademisi, desa adat, dan generasi muda.
Jum'at, 11 September 2026 15:16 WIB Jurnalis - Kristin Tambunan

Denpasar, Gesuri.id Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) harus berjalan selaras dan tidak boleh menggantikan kecerdasan manusia serta kecerdasan budaya.

Menurutnya, teknologi wajib diposisikan sebagai instrumen penguat identitas, tradisi, dan karakter masyarakat tanpa merusak keharmonisan hubungan manusia dengan alam.

Baca:9 Prestasi MenterengGanjarPranowo Selama Menjabat Gubernur

Pernyataan tersebut disampaikan Gubernur Koster saat hadir sebagai pembicara utama (keynote speaker) dalam pembukaan Temu Ilmiah Ikatan Peneliti Lingkungan Binaan Indonesia (TI IPLBI) ke-14 di Aula Gedung Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar, Jumat (4/9/2026). Forum ilmiah ini mengusung tema Kecerdasan Budaya untuk Lingkungan Binaan Berkelanjutan: Kecerdasan Buatan, Konteks Lokal, dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Kecerdasan buatan tidak boleh menggantikan kecerdasan budaya. Justru kecerdasan buatan harus ditempatkan sebagai instrumen untuk memperkuat kecerdasan manusia dan kecerdasan budaya, tegas Koster di hadapan para akademisi, peneliti, dan praktisi arsitektur.

Baca juga :