Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, mendorong pemerintah melakukan transformasi mendasar terhadap sektor pertanian untuk mengatasi ancaman krisis regenerasi petani di Indonesia. Menurutnya, momentum bonus demografi harus dimanfaatkan untuk menarik generasi muda masuk ke sektor pertanian modern yang berbasis teknologi dan memiliki kepastian pasar.
Mayoritas pahlawan pangan kita yang menjaga isi piring kita sehari-hari kini telah memasuki usia senja. Di sisi lain, kita punya bonus demografi berlimpahnya anak muda kreatif dan melek teknologi. Sayangnya, pertanian masih dipersepsikan sebagai dunia lumpur, kerja fisik berat, dan minim jaminan kesejahteraan, ujar Prof Rokhmin Dahuri dalam keterangannya, dikutip Kamis (13/8/2026).
Menurut Rokhmin, bagi mayoritas generasi muda, sektor pertanian masih dipersepsikan sebagai pekerjaan yang kurang menarik karena identik dengan lumpur, kerja fisik yang menguras tenaga, ketidakpastian harga, serta minim jaminan kesejahteraan.
Namun, ia menilai keengganan anak muda terjun ke sawah hanya merupakan gejala permukaan. Akar persoalan yang lebih mendasar adalah terputusnya mata rantai antara rencana produksi di lahan atau on-farm dengan kepastian pasar atau off-take.
Selama puluhan tahun, kata Rokhmin, sistem pertanian berjalan secara spekulatif. Petani diminta menanam tanpa mengetahui secara pasti siapa pembelinya, berapa harga yang akan diterima, serta standar mutu yang dibutuhkan. Kondisi tersebut kerap berujung pada anjloknya harga ketika panen raya.