Jakarta, Gesuri.id Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira dan Djarot Saiful Hidayat memberikan catatan kritis terhadap instruksi Presiden RI Prabowo Subianto yang menginginkan bahasa Prancis diajarkan di sekolah-sekolah Indonesia.
Keduanya menekankan bahwa kebijakan kurikulum bahasa tidak boleh diputuskan secara spontan, melainkan harus melalui kajian mendalam.
Andreas Hugo Pareira menyatakan bahwa penentuan bahasa asing dalam kurikulum seharusnya diserahkan pada mekanisme pendidikan yang sudah berjalan, bukan didasarkan pada pertemuan seremonial antar-pemimpin negara.
Baca:9 Prestasi MenterengGanjarPranowo Selama Menjabat Gubernur
Jangan nanti kalau kita ketemu pemimpin dari suatu negara, terus kemudian bahasa itu menjadi kurikulum wajib. Saya kira di kurikulum kita sudah ditentukan bahasa-bahasa apa yang penting, ujar Andreas saat ditemui di kawasan Mangga Dua, Jakarta, Sabtu (30/5/2026).