Jakarta, Gsuri.id - Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo, menegaskan bahwa kesamaan cita-cita kebangsaan tidak berarti partainya harus bergabung ke dalam koalisi pemerintahan.
Hal ini merespons pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut hati PDI Perjuangan sejatinya sama dengan pemerintah.
"Kami sependapat bahwa seluruh kekuatan politik memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga bangsa, menjalankan amanat UUD 1945, serta seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku sesuai sumpah jabatan. Dalam pengertian itulah, tentu semangat kebangsaan kita sama," kata Ganjar kepada wartawan, Jumat (24/7).
Baca: Ini Resep Ganjar Pranowo Yang Selalu Fit dan Bugar
"Namun, kesamaan cita-cita tidak berarti semua partai harus berada dalam satu barisan pemerintahan," imbuhnya.
Mantan Gubernur Jawa Tengah tersebut menggarisbawahi pentingnya menjaga iklim demokrasi yang sehat. Menurutnya, keberadaan kekuatan penyeimbang di luar koalisi pemerintah sangat krusial untuk menghadirkan mekanisme pengawasan (check and balances).
"Justru dalam sistem demokrasi, pembagian peran antara pemerintah dan kekuatan penyeimbang merupakan mekanisme yang sehat agar check and balances berjalan dan kekuasaan tidak kehilangan kontrol, sehingga tidak menuju pada kekuasaan mutlak," tutur Ganjar.
Atas dasar itu, Ganjar menegaskan kembali posisi politik partai berlambang banteng moncong putih tersebut yang memilih berdiri di luar pemerintahan Prabowo-Gibran. Meski demikian, ia menekankan bahwa PDI Perjuangan tetap menaruh rasa hormat terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo.
"Posisi PDI Perjuangan hari ini sudah jelas. Kami menghormati Presiden sebagai kepala pemerintahan yang memperoleh mandat rakyat, tetapi kami juga akan menjalankan fungsi kontrol secara konsisten," ujarnya.
Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
Ganjar menambahkan, kritik dan pengawasan yang bakal dilayangkan PDIP bertujuan untuk memastikan setiap kebijakan pemerintah tetap berpihak kepada rakyat dan berada dalam koridor konstitusi, bukan untuk menjatuhkan pihak manapun.
Adapun terkait potensi perubahan peta politik di masa mendatang, Ganjar memilih menyerahkannya pada proses dinamika yang berjalan.
"Soal dinamika politik ke depan, biarlah waktu yang menjawab. Yang pasti, sikap politik PDI Perjuangan tidak ditentukan oleh rayuan kekuasaan atau jabatan, melainkan oleh kepentingan rakyat dan komitmen menjaga demokrasi," pungkasnya.
















































































