Ikuti Kami

Bangun Ketahanan SDM Era Digital, Yuni Indriany Apresiasi Pelatihan AI GP Ansor

​Yuni menilai langkah GP Ansor ini sebagai investasi strategis dalam mencetak generasi muda yang melek teknologi.

Bangun Ketahanan SDM Era Digital, Yuni Indriany Apresiasi Pelatihan AI GP Ansor
Wakil Ketua DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, S.E., M.Si.

​Depok, Gesuri.id  – Pesatnya perkembangan teknologi digital menuntut masyarakat Indonesia untuk tidak sekadar menjadi konsumen, melainkan juga produsen yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing. Di tengah arus transformasi global ini, penguasaan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan menjadi salah satu kunci utama memenangkan masa depan.

​Menanggapi tantangan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Depok sekaligus Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hj. Yuni Indriany, S.E., M.Si., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor Pondok Petir yang menggelar Pelatihan AI pada Minggu (26/7/2026).

​Yuni menilai langkah GP Ansor ini sebagai investasi strategis dalam mencetak generasi muda yang melek teknologi, berpikir kritis, serta mampu memanfaatkan AI secara etis dan bertanggung jawab. Menurutnya, AI telah menjadi teknologi transformatif abad ke-21 yang memengaruhi hampir seluruh lini kehidupan, mulai dari sektor pendidikan, pelayanan publik, hingga industri.

Baca: Prabowo Sebut Hati PDI Perjuangan Sama dengan Pemerintah 

​“Keunggulan suatu bangsa pada masa depan tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam atau kecanggihan teknologi semata, tetapi oleh kualitas manusia di dalamnya. SDM yang mampu memahami, mengembangkan, dan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab adalah modal utama kita,” ujar Yuni usai kegiatan.

​Ia menambahkan, inisiatif GP Ansor Pondok Petir mencerminkan transformasi positif organisasi kepemudaan (OKP). Yuni menilai OKP saat ini tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter dan nilai kebangsaan, tetapi juga mampu menjadi wadah lahirnya talenta digital masa depan.

​Lebih lanjut, Yuni mengingatkan bahwa Indonesia tengah berada di ambang puncak era bonus demografi. Peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional ini hanya bisa dipetik jika diimbangi dengan peningkatan kompetensi digital dan keterampilan abad ke-21.

​“Bonus demografi harus kita manfaatkan dengan menyiapkan generasi yang memiliki kompetensi digital, kreativitas, dan semangat berinovasi. Tanpa persiapan matang, peluang besar ini justru bisa berubah menjadi beban ketenagakerjaan,” tegasnya.

​Di sisi lain, pesatnya adopsi AI juga membawa risiko seperti maraknya disinformasi, manipulasi konten (deepfake), hingga persoalan privasi data. Karena itu, Yuni menekankan pentingnya penguatan literasi digital yang berimbang antara porsi teknis dan pemahaman etis.

Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda

​“Pelatihan AI tidak boleh dimaknai sekadar belajar menggunakan aplikasi. Yang jauh lebih penting adalah membangun pola pikir yang adaptif, kritis, dan berintegritas. Dengan begitu, teknologi benar-benar menjadi alat pemutus kesenjangan dan pemeningkat kualitas hidup masyarakat,” lanjutnya.

​Guna memperluas jangkauan manfaat digitalisasi, Yuni mendorong terciptanya kolaborasi yang lebih padu antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas teknologi, dan organisasi kemasyarakatan. Sinergi ini krusial agar akses pendidikan digital bersifat inklusif dan merata hingga ke tingkat tapak.

​Ia berharap langkah proaktif yang ditunjukkan GP Ansor Pondok Petir dapat menularkan semangat serupa kepada OKP dan komunitas lainnya di Kota Depok maupun skala nasional.

Quote