Mbak Estu: Pemerintah Harus Bisa Terima Kritik Siapapun Terutama dari Aktivis

Pemerintah harus bisa menerima kritik dan masukan dari siapapun, terutama dari para aktivis
Kamis, 05 November 2026 06:49 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Sadarestuwati, menegaskan bahwa demokrasi yang berkualitas harus dibangun melalui ruang dialog terbuka, pemikiran kritis, dan kesediaan pemerintah menerima kritik dari berbagai elemen masyarakat. Menurutnya, partisipasi publik, termasuk suara aktivis dan generasi muda, menjadi bagian penting dalam menjaga integritas demokrasi Indonesia.

Pemerintah harus bisa menerima kritik dan masukan dari siapapun, terutama dari para aktivis, tegas Sadarestuwati dikutip dari akun istagramnya Rabu (4/11/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Sadarestuwati saat hadir sebagai keynote speaker dalam Seminar Nasional Brawijaya Law Debate Competition 2026 di Universitas Brawijaya, Malang. Seminar tersebut mengangkat tema Paradigma Demokrasi Deliberatif: Menakar Kembali Arsitektur Pemilu Serentak demi Mewujudkan Stabilitas Sistem Presidensial yang Berintegritas.

Ia menilai demokrasi yang kuat tidak cukup hanya diukur dari terselenggaranya pemilihan umum. Lebih dari itu, demokrasi harus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, terlibat dalam proses pengambilan keputusan, serta ikut mengawal jalannya pemerintahan.

Dalam kesempatan tersebut, Sadarestuwati mengaku merasa terhormat dapat diundang dan terlibat dalam forum akademik yang mempertemukan berbagai pemikiran kritis mengenai masa depan demokrasi Indonesia.

Baca juga :