Jakarta, Gesuri.id - Narkoba adalah musuh dari ambisi dan harapan. Ketika kita membiarkan zat tersebut menguasai pikiran, kita tidak hanya menyerahkan masa depan individu, tetapi juga sedang menggadaikan kedaulatan sebuah bangsa.
Setiap tanggal 26 Juni, masyarakat global mengheningkan cipta sekaligus merapatkan barisan dalam peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI).
Momentum ini bukanlah sekadar seremonial tahunan pada kalender global, melainkan sebuah proklamasi perlawanan tanpa henti terhadap kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang terus bermutasi.
Di tengah pusaran zaman yang makin tak berbatas, ancaman narkotika telah berevolusi dari sekadar komoditas candu menjadi senjata pemusnah massal yang menggerogoti pilar-pilar peradaban, sendi-sendi sosial, dan fondasi hukum tata negara kita.
Jejak Kelam: Dari Komoditas Kolonial Hingga Epidemi Sintetis