Menjelang Era Pasca-Otsus 2027, Aceh Didorong Alihkan Fokus Pembangunan ke Sektor Ekonomi Biru

Provinsi Aceh memiliki garis pantai sepanjang 2.666 kilometer dan wilayah perairan mencapai 138.000 kilometer persegi.
Rabu, 23 September 2026 13:53 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

​Jakarta, Gesuri.id Di tengah ancaman berakhirnya Dana Otonomi Khusus (Otsus) pada 2027 serta penurunan alokasi yang kini tersisa 1 persen dari DAU Nasional, Aceh diserukan untuk segera mengubah orientasi pembangunan dari sektor ekonomi ekstraktif (migas dan tambang) menuju sektor Ekonomi Biru (Blue Economy).

​Sektor kelautan dinilai sebagai potensi terbesar yang selama ini terabaikan, padahal Provinsi Aceh memiliki garis pantai sepanjang 2.666 kilometer dan wilayah perairan mencapai 138.000 kilometer persegi.

​Ketua DPP Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Bidang Nelayan, Masady Manggeng, menyoroti ketimpangan antara potensi kelautan Aceh yang mencapai lebih dari 270 ribu ton per tahun dengan kontribusinya terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Aceh yang masih tertahan di angka 5 hingga 7 persen.

​Arah pembangunan daerah masih sering terjebak pada narasi lama: ekonomi ekstraktif yang sibuk mengeruk perut bumi. Padahal modal dasar kita untuk berjaya di laut jauh melebihi apa yang ada di darat, ujar Masady.

Baca:Ini 3 Faktor yang Membuat Ganjar Pranowo Menjadi Capres Terkuat!

Baca juga :