Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi X DPR RI, Mercy Chriesty Barends, mendorong siswa di Maluku untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan inovatif guna memerangi kemiskinan di daerah kepulauan tersebut.
Anak-anak harus belajar memahami sejak dini bahwa ilmu yang mereka dapatkan harus dikontekstualisasikan dengan realitas sosial di Maluku. Mereka belajar agar suatu saat mampu mengelola sumber daya alam laut, pesisir, hutan, dan daratan untuk kesejahteraan daerah ini, kata Mercy dalam Workshop Pendidikan kerja sama Komisi X DPR RI dan Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) RI, bertema Pembelajaran Bermakna: Mendorong Berpikir Kritis dan Kreatif Siswa, yang berlangsung di Swiss-Belhotel Ambon, Rabu (27/8).
Baca:GanjarMiliki Kenangan Tersendiri Akan Sosok Kwik Kian Gie
Menurut Mercy, pendidikan di Maluku harus menghasilkan lulusan yang tidak hanya mengejar ijazah, tetapi juga memiliki kesadaran kritis terhadap realitas sosial, termasuk kemiskinan, ketimpangan, dan keberagaman di wilayah kepulauan.
Ia menekankan pentingnya memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mempercepat proses belajar, beradaptasi dengan perubahan, serta membangun kultur berpikir kritis dan inovatif.