Ikuti Kami

Banyu Harap Bantuan CSR BRI Mampu Tingkatkan Kapasitas dan Kualitas Produksi UMKM di Mojokerto 

Penyerahan bantuan dilakukan di Balai Desa Ngareskidul dan menjadi penyaluran CSR pertama BRI di tahun 2026 ini.

Banyu Harap Bantuan CSR BRI Mampu Tingkatkan Kapasitas dan Kualitas Produksi UMKM di Mojokerto 
Anggota Komisi VII DPR RI, Banyu Biru Djarot.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VII DPR RI, Banyu Biru Djarot menyalurkan bantuan paket pembuatan furniture bambu kepada tiga kelompok usaha di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur 

Penyerahan bantuan dilakukan di Balai Desa Ngareskidul dan menjadi penyaluran CSR pertama BRI di tahun 2026 ini.

Tiga kelompok penerima bantuan tersebut yakni Kelompok Furniture Bambu, Kelompok Ekonomi Kreatif Cikal, dan Kelompok Maju Makmur. Bantuan yang diberikan berupa alat-alat produksi seperti kompresor, bor, gergaji, hingga peralatan pendukung lainnya untuk menunjang proses produksi.

Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Banyu Biru Djarot menegaskan bahwa, bantuan yang diberikan berupa alat produksi agar memiliki dampak konkret terhadap peningkatan nilai ekonomi kelompok usaha. 

“Yang kita berikan ini alat kerja, alat produksi. Tujuannya supaya UMKM bisa meningkatkan kapasitas dan kualitas produksinya,” ujarnya.

Komisi VII bermitra dengan Kementerian UMKM, Kementerian Perindustrian, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Pariwisata.

Untuk program tersebut, Komisi VII bekerja sama dengan Himbara, salah satunya BRI karena BRI paling dekat dengan masyarakat. Menurutnya, penguatan UMKM tidak cukup hanya dengan bantuan alat.

“Tetapi juga harus diiringi akses permodalan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mudah dan terjangkau. KUR di bawah Rp100 juta sekarang bisa tanpa agunan. Bahkan ke depan ada alokasi tambahan untuk sektor ekonomi kreatif hingga Rp10 triliun dengan plafon maksimal Rp500 juta. Harapannya, kelompok usaha ini bisa naik kelas, menjadi lebih profesional, dan menghasilkan nilai ekonomi yang lebih besar,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dan ketertiban administrasi dalam pemanfaatan bantuan agar benar-benar menjadi aset produktif dan membawa manfaat luas bagi masyarakat.

Dengan adanya bantuan alat produksi tersebut, diharapkan roda perekonomian kerakyatan di Mojokerto, khususnya di Kecamatan Gedeg, semakin bergerak dan mampu mendorong lahirnya UMKM yang tangguh dan berdaya saing. 

Baca: Ganjar Pranowo Pimpin Demo Hari Antikorupsi 

Sementara itu Pemimpin Cabang BRI Mojokerto, R. Bobby Meidika Putra mengatakan, bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen BRI dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat melalui program TJSL.

“Bantuan ini mungkin terlihat sederhana, namun tanpa komunikasi dan dukungan dari Pak Banyu Biru, prosesnya tidak akan secepat ini. Berkat sinergi Komisi VII dengan BRI, percepatan penyaluran bisa terealisasi,” katanya.

Pihaknya berharap bantuan tersebut benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Ia juga mengapresiasi peran anggota DPR RI dalam mendorong percepatan program CSR agar tepat sasaran dan memberi dampak langsung bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Quote