Mercy Barends Komitmen Kawal Pemulangan Korban TPPO di Libya: Negara Tak Boleh Abai!

Situasi Suryani sangat rentan. Dia berada di wilayah yang rawan keamanan dengan keterbatasan akses perlindungan negara.
Sabtu, 28 Februari 2026 22:01 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta. Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Mercy Chriesty Barends menegaskan komitmennya untuk mengawal pemulangan Suryani, warga Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Libya.

Berdasarkan informasi, KBRI Libya telah mendapat no ponsel Suryani dan telah melakukan video call. Kondisi Suryani saat ini dalam keadaan cukup baik secara fisik. Walaupun secar psikologis merasa tertekan sampai ybs merilis video permohonan bantuan karena disekap.

Suryani berada di Benghazi, Libya Timur, sekitar 1.000 kilometer dari Tripoli. Wilayah tersebut berada di bawah kekuasaan pemerintah tandingan yang tidak diakui oleh Pemerintah Indonesia, sehingga penanganan dan perlindungan terhadap korban menghadapi tantangan serius.

Saat ini, Libya masih dilanda ketidakstabilan politik dan keamanan. Perjalanan ke Libya, termasuk Benghazi, sering diperingatkan sebagai tindakan yang sangat berbahaya karena risiko keamanan yang masih tinggi.

Situasi Suryani sangat rentan. Dia berada di wilayah yang rawan keamanan dengan keterbatasan akses perlindungan negara. Karena itu, negara tidak boleh abai dan seluruh pihak yang terlibat harus bertanggung jawab, tegas Mercy dikutip Sabtu (28/2/2026).

Baca juga :