Ikuti Kami

Mercy Barends: Transisi Energi Bersih Bagian dari Perjuangan HAM Khususnya Bagi Perempuan

“Krisis iklim adalah ancaman terbesar bagi hak dan martabat perempuan di generasi kita,” kata Mercy Barends.

Mercy Barends: Transisi Energi Bersih Bagian dari Perjuangan HAM Khususnya Bagi Perempuan
Anggota Komisi lll DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Mercy Barends.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi lll DPR RI fraksi PDI Perjuangan, Mercy Barends, yang tergabung dalam koalisi Parliamentarians for a Fossil-Free Future, menyampaikan pesan kuat terkait pentingnya transisi energi bersih sebagai bagian dari perjuangan hak asasi manusia, khususnya bagi perempuan, dalam momentum Bulan Perempuan Internasional.

“Krisis iklim adalah ancaman terbesar bagi hak dan martabat perempuan di generasi kita,” kata Mercy Barends seperti dikutip di Instagram miliknya, Selasa (24/3/2026).

Mercy menegaskan bahwa persoalan lingkungan yang terjadi saat ini tidak lagi bisa dipandang semata sebagai isu ekologi, melainkan telah berkembang menjadi krisis sosial yang berdampak luas, terutama terhadap kelompok rentan seperti perempuan. 

Dampak perubahan iklim, menurutnya, memperparah ketimpangan sosial dan memperbesar beban yang harus ditanggung perempuan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai anggota legislatif, Mercy memandang bahwa parlemen memiliki peran strategis dalam menjaga dan memperjuangkan hak-hak tersebut. 

Ia menilai transisi dari energi berbasis bahan bakar fosil menuju energi terbarukan bukan hanya kewajiban dalam konteks lingkungan, tetapi juga bagian dari upaya menjamin keadilan sosial dan perlindungan hak asasi manusia.

“Saat kita meninggalkan era ekstraksi, kita membangun dunia yang akhirnya menghormati kehidupan, kerja keras, dan kepemimpinan setiap perempuan,” ucapnya.

Ia juga menyoroti bahwa perempuan tidak hanya menjadi pihak yang paling terdampak dalam krisis iklim, tetapi juga memiliki peran penting sebagai penggerak solusi. Dalam banyak kasus, perempuan berada di garis depan dalam upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim di tingkat komunitas.

Menurut Mercy, upaya meninggalkan ketergantungan pada bahan bakar fosil harus dilihat sebagai langkah strategis untuk menciptakan masa depan yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan. Hal ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap hak, martabat, dan peran perempuan dalam pembangunan global.

Momentum Bulan Perempuan Internasional pun dimanfaatkan sebagai ajang untuk memperkuat dukungan terhadap para perempuan di parlemen yang terus mendorong kebijakan progresif di bidang lingkungan dan energi. 

Mercy Barends menjadi salah satu figur yang aktif menyuarakan pentingnya transformasi energi demi masa depan yang lebih baik.

Dengan komitmen tersebut, Mercy berharap upaya transisi energi bersih dapat semakin dipercepat, tidak hanya sebagai respons terhadap krisis iklim, tetapi juga sebagai bagian dari perjuangan mewujudkan keadilan sosial dan kesetaraan gender di tingkat global.

Quote