Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI, sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Mercy Barends, menyampaikan perkembangan terbaru terkait kondisi Suryani, warga Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Benghazi, Libya Timur.
Secara fisik kondisinya cukup baik. Namun, secara psikologis yang bersangkutan mengalami tekanan berat hingga sempat menyampaikan permohonan bantuan melalui video karena merasa disekap, kata Mercy, dikutip Kamis (5/2/2026).
Mercy mengungkapkan, berdasarkan hasil koordinasi dan informasi yang dihimpun dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Libya, hingga saat ini Suryani masih berada di Benghazi, wilayah Libya Timur yang berada di bawah kendali pemerintahan tandingan dan tidak diakui oleh Pemerintah Indonesia.
Menurut Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Maluku tersebut, perwakilan Republik Indonesia telah berhasil menjalin komunikasi langsung dengan Suryani melalui sambungan telepon maupun panggilan video, sehingga kondisi korban dapat dipantau meski dari jarak jauh.
Suryani diketahui berada sekitar 1.000 kilometer dari Tripoli. Kondisi tersebut membuat upaya perlindungan dan penanganan korban menjadi sangat menantang, mengingat Benghazi merupakan wilayah konflik dengan keterbatasan akses diplomatik dan perlindungan negara.