Novita Hardini Dorong Sinkronisasi Kebijakan Lahan Demi Penguatan Sektor Industri

Kepala daerah ingin menjaga sawah sebagai lahan pangan, tapi di sisi lain kebijakan Kementerian ATR/BPN seringkali tidak selaras
Senin, 01 Desember 2025 00:53 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Batang, Gesuri.id Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDI Perjuangan Novita Hardini menegaskan pentingnya sinkronisasi kebijakan pusat daerah terkait tata ruang dan perlindungan lahan pangan saat melaksanakan Kunjungan Spesifik ke Batang Industrial Park, Kamis (27/11/2025).

Kunjungan ini sekaligus menjadi ruang bagi DPR RI untuk menyuarakan aspirasi daerah dalam upaya meningkatkan pendapatan dan memperkuat daya saing industri nasional.

Legislator perempuan satu-satunya dari Dapil 7 Jawa Timur itu menyampaikan bahwa isu tata ruang masih menjadi tantangan besar bagi Industri di banyak daerah. Ketidaksinkronan antar kementerian, terutama terkait status Lahan Sawah Dilindungi (LSD), berdampak langsung pada ruang gerak pembangunan serta ekspansi industri.

Kepala daerah ingin menjaga sawah sebagai lahan pangan, tapi di sisi lain kebijakan Kementerian ATR/BPN seringkali tidak selaras dengan prioritas ketahanan pangan nasional, ujarnya.

Ia menyoroti adanya permintaan jatah LSD dari ATR/BPN yang justru membuat sawah produktif semakin menyusut. Kondisi ini, menurutnya, memicu benturan kebijakan antara kementerian teknis dan program prioritas Presiden di sektor pangan.

Baca juga :