Jakarta, Gesuri.id - Ketua Komisi V DPR RI sekaligus Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Barat, Lasarus, menegaskan mahasiswa memiliki peran penting dalam menentukan masa depan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Barat.
Hal itu disampaikannya saat memberikan kuliah umum kepada mahasiswa FISIP Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Selasa (11/8/2026), dengan tema “Peluang dan Tantangan Pembangunan SDM di Provinsi Kalbar”.
“Saya dulu jalan kaki ke sekolah sambil memikul beras. Keberanian itu penting, untuk memulai dan bermimpi. Bagaimana mencapai mimpi? Perencanaan yang baik,” kata Lasarus Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalbar ini.
Lasarus mengatakan keberanian untuk bermimpi harus diikuti dengan perencanaan dan kesiapan diri. Ia membagikan pengalaman perjalanan pendidikannya yang dimulai dari kampung di Sintang hingga kemudian terjun ke dunia politik dan dipercaya menjadi anggota DPR RI.
“Saya dulu kerja sambil kuliah. Saya keluar dari perusahaan, masuk parpol, terpilih menjadi Wakil Ketua DPRD Sintang, kemudian mencalonkan ke DPR RI,” ucapnya.
Menurut Lasarus, mahasiswa perlu mempersiapkan diri dengan kapasitas, kapabilitas, dan kompetensi yang memadai agar mampu menghadapi berbagai tantangan pembangunan di Kalimantan Barat.
“Maka siapkan diri dengan kapasitas, kapabilitas dan kompetensi. Kalianlah penentu masa depan SDM Kalbar,” ujarnya.
Kuliah umum tersebut mengangkat tema “Peluang dan Tantangan Pembangunan SDM di Provinsi Kalbar”. Sebelum menyampaikan materi, Lasarus mengajak seluruh mahasiswa yang hadir untuk membacakan Pancasila, Sumpah Pemuda, dan Pembukaan UUD 1945.
Kegiatan dibuka oleh Direktur Program Pascasarjana Untan, Dr. Nurmainah, S.Si., M.M., Apt., yang hadir mewakili Rektor Untan. Turut hadir Dekan FISIP Untan Dr. Herlan, dosen, civitas akademika FISIP Untan, IKA FISIP Untan, Ketua DPRD Kota Pontianak Satarudin, Ketua Umum RELLA Kalbar Iin Irwansyah, serta ratusan mahasiswa peserta kuliah umum.
Dr. Nurmainah menyampaikan tema yang diangkat sangat relevan dengan kondisi Kalimantan Barat. Ia menilai Kalbar memiliki berbagai potensi yang perlu didukung dengan kesiapan SDM yang handal.
“Kalbar kaya potensi, salah satunya tambang. Industri tambang membutuhkan SDM, dan salah satunya Untan melahirkan SDM yang handal di Kalbar,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan mahasiswa mengenai pentingnya membangun pengalaman dan jejaring melalui organisasi. Menurutnya, jejaring tersebut akan menjadi bekal penting bagi mahasiswa ketika memasuki dunia profesional setelah menyelesaikan pendidikan.
“Bangun jejaring sebanyak-banyaknya. Itu sangat dibutuhkan saat keluar menjadi sarjana. Masa depan Kalbar ditentukan oleh para mahasiswa ke depan,” tegasnya.
Sementara itu, Dekan FISIP Untan, Dr. Herlan, menyebut kegiatan tersebut merupakan kuliah umum pertama yang digelar FISIP Untan dan akan dijadikan sebagai program tetap.
“Hadirnya Pak Lasarus menjadi semangat bagi FISIP Untan. Alumni 91 ini sudah berkibar di tingkat nasional,” kata Herlan.
Ia juga memaparkan perkembangan FISIP Untan yang saat ini memiliki berbagai jenjang dan program studi.
“Sekarang S1 ada 8 prodi, Diploma ada 3 prodi, S2 ada 3 prodi dan S3 sudah keluar akunnya. Kampus biru Untan sudah banyak melahirkan kader bangsa, seperti Lasarus. FISIP siap menghadapi tantangan ke depan,” ungkapnya.
Kegiatan kuliah umum kemudian diakhiri dengan penyerahan cenderamata kepada Lasarus dan foto bersama seluruh peserta.

















































































