Ikuti Kami

Novita Hardini Dorong Sinkronisasi Kebijakan Lahan Demi Penguatan Sektor Industri

Kepala daerah ingin menjaga sawah sebagai lahan pangan, tapi di sisi lain kebijakan Kementerian ATR/BPN seringkali tidak selaras

Novita Hardini Dorong Sinkronisasi Kebijakan Lahan Demi Penguatan Sektor Industri
Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Novita Hardini melakukan Kunjungan Spesifik ke Batang Industrial Park, Kamis (27/11/2025) - Foto: Dok pribadi

Batang, Gesuri.id – Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDI Perjuangan Novita Hardini menegaskan pentingnya sinkronisasi kebijakan pusat daerah terkait tata ruang dan perlindungan lahan pangan saat melaksanakan Kunjungan Spesifik ke Batang Industrial Park, Kamis (27/11/2025). 

Kunjungan ini sekaligus menjadi ruang bagi DPR RI untuk menyuarakan aspirasi daerah dalam upaya meningkatkan pendapatan dan memperkuat daya saing industri nasional.

Legislator perempuan satu-satunya dari Dapil 7 Jawa Timur itu menyampaikan bahwa isu tata ruang masih menjadi tantangan besar bagi Industri di banyak daerah. Ketidaksinkronan antar kementerian, terutama terkait status Lahan Sawah Dilindungi (LSD), berdampak langsung pada ruang gerak pembangunan serta ekspansi industri.

“Kepala daerah ingin menjaga sawah sebagai lahan pangan, tapi di sisi lain kebijakan Kementerian ATR/BPN seringkali tidak selaras dengan prioritas ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Ia menyoroti adanya permintaan jatah LSD dari ATR/BPN yang justru membuat sawah produktif semakin menyusut. Kondisi ini, menurutnya, memicu benturan kebijakan antara kementerian teknis dan program prioritas Presiden di sektor pangan.

“Kebijakan yang tidak terintegrasi ini membuat daerah kesulitan menyusun tata ruang yang adaptif. Jika dibiarkan, industri akan tertekan dan daya saing kita menurun,” tegasnya.

Politisi fraksi PDI Perjuangan itu menambahkan, daerah saat ini tengah menghadapi situasi fiskal yang sempit. Karena itu, pembangunan yang mengandalkan investasi industri harus mendapat kepastian dari sisi tata ruang dan regulasi.

“Ketika kebijakan tidak selaras, industri sulit bergerak, daerah tidak bisa tumbuh, dan pendapatan daerah ikut terhambat. Inilah yang harus DPR suarakan agar kebijakan pusat benar-benar berpihak pada penguatan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Quote