Pasien Ditolak, Lucky Wattimury Pertanyakan Sisi Kemanusiaan RSUP Leimena

Rumah sakit milik pemerintah daerah itu dinilai lalai dalam menjalankan fungsi pelayanan kesehatan yang berorientasi pada nilai kemanusiaan
Jum'at, 23 Januari 2026 22:58 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Maluku, Gesuri.id Anggota DPRD Maluku dari Fraksi PDI Perjuangan Lucky Wattimury, mempertanyakan sisi kemanusiaan RSUD Dr Leimena setelah muncul kasus dugaan penolakan pelayanan terhadap pasien Lenda Maelisa hanya karena persoalan tunggakan BPJS Kesehatan.

Rumah sakit milik pemerintah daerah tersebut dinilai lalai dalam menjalankan fungsi pelayanan kesehatan yang berorientasi pada nilai kemanusiaan.

Apakah secara medis dibenarkan pasien pulang dalam kondisi masih terpasang infus dan belum memungkinkan? ujar Lucky Wattimury, menyoroti keputusan rumah sakit yang mengizinkan pasien pulang meski kondisi medisnya disebut belum stabil, Jumat (16/01).

Mantan Sekretaris DPD PDI Perjuangan Maluku itu menegaskan, pelayanan kesehatan seharusnya tidak semata-mata dilandaskan pada aspek administratif, melainkan mengedepankan kemanusiaan, terlebih di Maluku yang sebagian besar masyarakatnya hidup dalam keterbatasan ekonomi.

Jangan sampai keterlambatan atau ketidakmampuan membayar BPJS dijadikan alasan untuk mengabaikan pelayanan. Untuk apa negara hadir jika orang sakit tidak bisa dilayani? tegasnya.

Baca juga :