Pemkot Semarang Berhasil Kendalikan Stunting dan Capai UHC 100 Persen

Pemkot Semarang berhasil menjaga angka stunting tetap terkendali sekaligus memastikan seluruh warga terlindungi.
Selasa, 20 Januari 2026 23:15 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang terus menunjukkan kinerja nyata dalam memperkuat sektor kesehatan sebagai fondasi pembangunan manusia. Melalui penguatan layanan dasar, pendekatan pencegahan, serta perlindungan kesehatan yang inklusif,

Pemkot Semarang berhasil menjaga angka stunting tetap terkendali sekaligus memastikan seluruh warga terlindungi melalui sistem jaminan kesehatan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Semarang hingga cut-off Desember 2025, prevalensi stunting di Kota Semarang tercatat sebesar 4,27 persen atau sebanyak 2.593 balita. Capaian tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya berkelanjutan yang dilakukan pemerintah daerah, khususnya melalui penguatan layanan kesehatan ibu dan anak, pemantauan tumbuh kembang balita, serta edukasi gizi di tingkat keluarga dan masyarakat.

Baca:Megawati Soekarnoputri Kunjungi Kantor Baru Megawati Institute

Selain fokus pada penanganan, Pemkot Semarang juga menaruh perhatian besar pada upaya pencegahan stunting sejak dini. Penguatan intervensi preventif terus dilakukan agar anak tidak masuk ke fase stunting, melalui pendekatan terintegrasi yang melibatkan layanan kesehatan, pemenuhan gizi, serta penguatan peran keluarga dan lingkungan.

Baca juga :