Jakarta, Gesuri.id - DPRD DKI Jakarta mendorong pemerintah provinsi mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Salah satu sektor usaha yang menopang kegiatan ekonomi di Jakarta adalah UMKM.
"Diperlukan kebijakan fasilitasi [UMKM] yang terstruktur, terukur dan berkelanjutan," kata Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo.
Baca: Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Kritik
Rio mencontohkan para penjual makanan takjil saat Ramadan seperti sekarang merupakan pelaku UMKM yang layak mendapat perhatian Pemprov DKI Jakarta. Menurut dia, penjualan takjil selama bulan puasa meningkatkan pendapatan warga sekaligus memperkuat ekonomi lokal.
Maka itu, Rio berharap Pemprov DKI memberikan dukungan konkret terhadap aktivitas usaha musiman ini. Dia mencontohkan, Dinas PPKUKM DKI Jakarta dapat memperbanyak penyelenggaraan bazar Ramadan dan sentra takjil. Lokasi kegiatan bisa diperluas hingga tingkat kelurahan dan RW.
Namun, ia mengingatkan, pendekatan berbasis data kewilayahan penting untuk diterapkan. Hal ini agar program itu menjangkau lebih banyak pelaku UMKM secara inklusif. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari momentum Ramadan tidak hanya terpusat di kawasan ramai.
“Hal ini penting agar keuntungan ekonomi Ramadan tidak hanya terpusat di mal atau pusat kota, tapi juga dinikmati pelaku usaha di lingkungan tempat tinggal warga,” kata Rio.
Selain itu, Rio pun mendorong kebijakan afirmasi bagi UMKM binaan dalam setiap bazar resmi yang digelar pemerintah provinsi. Misalnya dengan bantuan promosi produk yang mudah diakses hingga penetapan biaya jadi peserta bazar yang terjangkau atau disusidi. Harapannya, program afirmasi seperti itu membantu pelaku UMKM memperluas pasar dan mengembangkan usahanya sehigga tidak lagi bergantung pada momentum musiman.
Di sisi lain, transformasi digital dinilai makin penting bagi UMKM. Rio pun berharap Pemprov DKI Jakarta aktif menggelar pelatihan pemanfaatan marketplace dalam penjualan, media sosial untuk promosi, hingga penggunaan sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS.
Ia optimistis, peningkatan literasi digital akan memperkuat daya saing pelaku UMKM di tengah perubahan perilaku konsumen pada era digital.
Baca: Ganjar: Saya Tidak Bisa Asal Janji yang Nanti Tak Bisa Dilaksanakan
"Literasi digital dan daya saing pelaku usaha perlu ditingkatkan secara berkelanjutan," tutur dia.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto, sepakat bahwa penjualan takjil turut mendukung perputaran ekonomi lokal di bulan Ramadan. Ia menilai potensi ekonomi usaha itu mesti diperhatikan Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta.
Menurut Wahyu, takjil diminati banyak konsumen bahkan sudah menjadi bagian dari tradisi warga sehingga pelaku UMKM perlu memanfaatkan potensinya secara optimal. Selama ini sebagian penjual takjil merupakan pelaku usaha musiman, dan sebagian lainnya pedagang yang mengubah jenis jualannya saat Ramadan.
"Pada dasarnya hal ini sudah menjadi tradisi. Mudah-mudahan usaha musiman ini bisa berjalan dengan baik," ujar Wahyu.

















































































