Palembang, Gesuri.id Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melanjutkan kerja sama dengan PT Indo Green Power (IGP) untuk pembangunan pengolahan sampah secara termal. Proyek tersebut disetujui sebagian besar anggota DPRD Kota Palembang. Petugas Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang mengangkut 1.200-1.400 ton sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA) Sukawinatan.
Baca :Cakada Partai Dinilai Mampu Dongkrak Ekonomi Sumsel
Diketahui, sebagian besar sampak di Kota Palembang berasal dari rumah tangga. Wali Kota Palembang Harnojoyo ingin persoalan sampah dituntaskan dan menghasilkan energi listrik. Ia berharap, proyek tersebut bisa segera terwujud melalui kerja sama dengan IGP.
BLPS Rp. 400.000 per ton disanggupi Pemkot Palembang dengan membebankan pembiayaannya secara berbagi dengan pemerintah provinsi (Pemprov) Lampung, APBN, dan CSR. Pengolahan sampah secara termal ini dianggap bermanfaat. Apalago, TPA Sukawinatan yang kapasitasnya tinggal 2 hektare lagi dari total 27 hektar. Pembangunan secara fisik akan segera dilakukan setelah proses perizinan seperti AMDAL dan lainnya selesai di tahun 2022.