Peringati 71 Tahun KAA, Ahmad Basarah: Pemikiran Bung Karno tentang Imperialisme Makin Relevan

Megawati Jadi Keynote Speech, PDI Perjuangan Kaji Ulang Gerakan Asia Afrika di Tengah Perang Iran-Israel.
Sabtu, 18 April 2026 21:27 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id - DPP PDI Perjuangan memperingati 71 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) dengan menggelar seminar nasional di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026). Acara yang menghadirkan Ketua Umum PDIP Prof. Dr. (H.C) Megawati Soekarnoputri sebagai keynote speech ini mengangkat tema Relevansi Gerakan Asia Afrika dalam Krisis Geopolitik Saat Ini.

Hadir dalam acara tersebut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDI PerjuanganAhmad Basarah, Kepala Badan Sejarah Indonesia PDIP Bonnie Triyana, serta para narasumber seperti Prof Hikmahanto (Pakar Hubungan Internasional), Dr. Dina Sulaeman (Pakar Timur Tengah), Andi Widjayanto (Eks Gubernur Lemhanas), dan Heri Akhmadi (mantan Dubes Jepang). Acara ini juga dihadiri anggota DPR Fraksi PDIP dan sejumlah aktivis, antara lain Direktur Amnesty International Indonesia Usman Hamid.

Dalam pidatonya, Ahmad Basarah menegaskan bahwa Konferensi Asia Afrika yang digelar 18-24 April 1955 di Bandung merupakan warisan paling gemilang dari Presiden Soekarno. Bung Karno sebagai pendiri bangsa, proklamator, penggali Pancasila, dan Bapak Bangsa Indonesia, kata Basarah.

Baca:Mengenal SosokGanjarPranowo. Keluarga, Tempat Bersandar

Melalui KAA, Bung Karno membuktikan bahwa bangsa Asia dan Afrika memiliki hak menentukan masa depannya sendiri tanpa intervensi kolonial dan imperialis. Basarah mengutip langsung pidato Bung Karno yang menggugah: Lahirkanlah Asia Baru dan Afrika Baru.

Baca juga :