Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Dewi Juliani, S.H., M.H, meminta pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) dan PT Pertamina Patra Niaga memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan harga BBM nonsubsidi akibat meningkatnya tekanan harga minyak mentah dunia.
Gejolak harga minyak dunia harus diantisipasi sejak awal. Jangan sampai tekanan energi global berubah menjadi beban baru bagi masyarakat. Pemerintah dan Pertamina harus memastikan ada strategi yang kuat agar dampaknya tidak langsung dibebankan kepada konsumen. ujar Hj. Dewi Juliani, dikutip Selasa (15/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan menyikapi proyeksi PT Pertamina Patra Niaga bahwa harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex berpotensi berada di kisaran Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per liter apabila tren kenaikan harga minyak global terus berlanjut.
Menurut Hj. Dewi, kenaikan harga minyak dunia yang kembali menembus level di atas US$100 per barel harus menjadi perhatian serius. Sebab, dampaknya tidak hanya terhadap sektor energi, tetapi juga dapat menekan biaya logistik, transportasi, produksi industri, hingga harga kebutuhan pokok masyarakat.
Sebagai Anggota Komisi VI DPR RI yang bermitra dengan Pertamina, Hj. Dewi menilai kondisi geopolitik global, khususnya konflik di Timur Tengah dan gangguan jalur distribusi energi internasional, memang menjadi faktor yang memengaruhi harga minyak dunia. Namun, pemerintah tetap memiliki tanggung jawab untuk mengelola dampaknya di dalam negeri.