Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IX DPR RI, Pulung Agustanto, mengingatkan potensi badai pemutusan hubungan kerja (PHK) dapat menjalar hingga ke desa-desa apabila tekanan ekonomi terus memburuk.
Menurutnya, pelemahan nilai tukar rupiah, gangguan rantai pasok, hingga kenaikan harga energi tidak hanya berdampak pada sektor industri, tetapi juga berpotensi memicu persoalan sosial baru di masyarakat.
Harus ada antisipasi dini tentang dampak pelemahan rupiah. Kondisi tersebut bisa memicu gelombang pengangguran baru di desa dan berkembang menjadi krisis sosial, kata Pulung kepada SURYA.co.id, Jumat (22/5).
Baca:Kisah UnikGanjarPranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Pulung mengatakan, gejolak kurs rupiah tidak bisa hanya dipandang sebagai persoalan ekonomi makro atau pergerakan pasar semata.