Puncak El Nino Juli-September, Rokhmin Dahuri Dorong Diversifikasi Pangan dan Penguatan Infrastruktur Air

"Jangan sampai peristiwa menggampangkan El Nino tahun 2023-2024 itu terulang dalam hal kesiapsiagaan dan antisipasinya."
Sabtu, 11 Juli 2026 12:00 WIB Jurnalis - Syahrul Arsyad

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Prof. Rokhmin Dahuri, mengingatkan pemerintah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Juli hingga September 2026. Menurutnya, keberhasilan menghadapi ancaman tersebut tidak cukup hanya diukur dari ketersediaan stok beras nasional, melainkan harus memastikan keberlangsungan produksi pangan secara menyeluruh.

Jangan sampai peristiwa menggampangkan El Nino tahun 2023-2024 itu terulang dalam hal kesiapsiagaan dan antisipasinya, kata Rokhmin, dikutip Sabtu (11/7/2026).

Rokhmin menilai pemerintah perlu belajar dari pengalaman El Nino 2023 yang berdampak pada penurunan produksi pangan dan meningkatnya impor beras. Karena itu, ia menegaskan bahwa langkah antisipasi harus dilakukan lebih matang agar dampak cuaca ekstrem terhadap sektor pertanian dapat ditekan.

Ia menegaskan, ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai beras, tetapi juga mencakup keberlangsungan produksi berbagai komoditas pangan lainnya.

Kalau berbicara pangan bukan hanya beras, tetapi juga produksi jagung, kedelai, hortikultura, sayuran, buah-buahan hingga peternakan. Dampak El Nino terhadap produksi pangan harus bisa ditekan seminimal mungkin, ujarnya.

Baca juga :