Jakarta, Gesuri.id - Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki keberagaman suku, agama, ras, dan budaya, merupakan sebuah mozaik yang indah dan kaya. Keindahan ini, sayangnya, tidak luput dari berbagai tantangan, baik dari dalam maupun dari luar. Salah satu tantangan terbesar yang kita hadapi saat ini adalah masuknya ideologi-ideologi asing yang berpotensi menggerus nilai-nilai luhur bangsa dan memecah belah persatuan kita.
Di era globalisasi ini, batas-batas negara semakin kabur. Informasi bergerak begitu cepat dan mudah melalui berbagai media, terutama internet. Hal ini membawa dampak positif, seperti kemudahan akses terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, di sisi lain, kemudahan ini juga membuka pintu bagi masuknya ideologi-ideologi asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Kita menyaksikan bagaimana ideologi-ideologi seperti radikalisme, ekstremisme, liberalisme yang kebablasan, dan berbagai ideologi transnasional lainnya, berusaha untuk merasuki pikiran dan hati generasi muda kita. Ideologi-ideologi ini seringkali menawarkan solusi instan yang pada akhirnya hanya akan membawa kehancuran bagi bangsa dan negara, kata Anggota MPR Fraksi PDI Perjuangan Putra Nababan, 18/12 di Jakarta.
Baca:GanjarIngatkan Anak Muda Harus Jadi Subjek Perubahan
Lalu, bagaimana menghadapi tantangan ini? Bagaimana kita membentengi diri dari pengaruh ideologi-ideologi asing yang merusak? Jawabannya terletak pada penguatan pemahaman dan pengamalan 4 Pilar MPR, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, tanya Putra kepada audiens yang hadir dalam kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR di Jakarta.