Jakarta, Gesuri.id Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, mengkritik keras postur anggaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Tahun Anggaran 2027.
Rieke menilai alokasi dana lembaga tersebut belum sejalan dengan mandat utamanya dan justru lebih banyak tersedot untuk kebutuhan birokrasi ketimbang program substantif pembinaan ideologi.
Kritik tajam ini disampaikan Rieke dalam Rapat Kerja Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) BPIP di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (15/6).
Baca:GanjarBangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
Sebesar 92,9 persen anggaran BPIP masih digunakan untuk belanja pegawai dan operasional kantor, sementara program pembinaan ideologi Pancasila hanya memperoleh 7,1 persen. Ini perlu menjadi perhatian bersama agar anggaran negara benar-benar mengikuti mandat undang-undang, ujar Rieke.