Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI yang juga pakar kelautan nasional, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., menegaskan paradigma pembangunan kelautan Indonesia harus naik kelas.
Menurutnya, Indonesia tidak lagi cukup hanya mengejar volume produksi perikanan, tetapi harus bertransformasi menjadi kekuatan pangan global dan pusat ekonomi biru yang inklusif serta berkelanjutan.
Paradigma lama harus kita tinggalkan. Laut masa depan bukan sekadar penghasil bahan pangan protein konvensional, melainkan penyedia bahan baku strategis bagi industri farmasi, bioenergi, hingga biomaterial berbasis kelautan, kata Prof. Rokhmin dikutip Minggu(27/9/2026).
Di hadapan para pembuat kebijakan, akademisi, dan pelaku industri maritim dunia, Guru Besar IPB University tersebut menegaskan bahwa masa depan Indonesia ada di laut.
Prof. Rokhmin memaparkan data yang menunjukkan betapa strategisnya posisi Indonesia. Mengutip data FAO, Indonesia telah kokoh sebagai produsen akuakultur terbesar kedua di dunia pada 2024 dengan capaian produksi yang menembus 15,75 juta ton.