Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Rokhmin Dahuri, M.S., menegaskan swasembada pangan sejati tidak boleh hanya diukur dari angka produksi yang melimpah, tetapi harus berbanding lurus dengan kesejahteraan petani sebagai aktor utama di lapangan.
Keberhasilan swasembada pangan tidak akan pernah sempurna dan tidak akan berkelanjutan jika nasib petaninya terabaikan, kata Guru Besar IPB University tersebut, Kamis (24/9/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Rokhmin dalam momentum peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh setiap 23 September. Menurutnya, peringatan tersebut harus menjadi momentum evaluasi total terhadap arah pembangunan pertanian nasional.
Menteri Kelautan dan Perikanan periode 2001-2004 itu menyoroti ironi struktural yang masih terjadi hingga hari ini. Di satu sisi, pemerintah kerap melaporkan surplus produksi nasional di berbagai komoditas. Namun di sisi lain, mayoritas petani di pedesaan masih terbelenggu kemiskinan.
Bagi Prof. Rokhmin, kondisi tersebut merupakan alarm bahaya. Produktivitas tinggi yang hanya menjadi prestasi musiman dalam satu tahun anggaran tidak akan pernah menciptakan sustainable food self-sufficiency atau swasembada pangan yang berkelanjutan.