Rokhmin Dahuri: Transformasi Perikanan Tangkap Kunci Kesejahteraan Nelayan

Nelayan akan sejahtera jika pendapatan bersih lebih besar dari biaya hidupnya, dan kegiatan penangkapan tetap berada dalam batas lestari.
Kamis, 07 Mei 2026 16:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus pakar kelautan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, MS, menegaskan pentingnya transformasi sektor perikanan tangkap untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dalam kegiatan sosialisasi Penyelenggaraan Penataan Ruang Laut di Desa Gebang Mekar, Kabupaten Cirebon.

Nelayan akan sejahtera jika pendapatan bersih lebih besar dari biaya hidupnya, dan kegiatan penangkapan tetap berada dalam batas lestari (MSY). Inilah kunci keberlanjutan, kata Rektor Universitas UMMI Bogor ini, mengingatkan bahwa kesejahteraan sejati lahir dari keseimbangan antara manusia dan alam, dikutip Kamis (7/5/2026).

Dalam paparannya, Prof. Rokhmin menjelaskan bahwa kesejahteraan nelayan tidak hanya ditentukan oleh besarnya hasil tangkapan, tetapi juga oleh sistem yang terintegrasi, mulai dari ekosistem laut yang sehat, teknologi penangkapan yang tepat, pasar yang adil, hingga pengendalian biaya hidup.

Ia mengungkapkan, potensi perikanan Indonesia mencapai 12,01 juta ton per tahun, namun pemanfaatannya baru sekitar 64,17 persen. Kondisi ini menunjukkan masih adanya peluang besar untuk meningkatkan produktivitas tanpa merusak ekosistem laut.

Meski demikian, sektor perikanan tangkap masih menghadapi berbagai tantangan serius, seperti overfishing, praktik illegal fishing (IUU Fishing), kerusakan ekosistem laut, pencemaran, hingga persoalan kemiskinan nelayan dan keterbatasan infrastruktur pendukung.

Baca juga :