Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Rokhmin Dahuri, menegaskan pembangunan toilet dan tempat wudu di Kantor Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kecamatan Gebang merupakan wujud gotong royong umat yang lahir dari semangat wakaf dan kepedulian sosial.
Hal itu disampaikannya saat meresmikan fasilitas tersebut sekaligus menghadiri pelantikan Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, dikutip Selasa (14/7/2026).
“Ini adalah ikhtiar saya sebagai seorang muslim yang memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi bagi kepentingan agama dan masyarakat,” kata Rokhmin.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemotongan tumpeng bersama para kiai, pengurus NU, tokoh agama, serta masyarakat setempat. Fasilitas toilet dan tempat wudu yang dilengkapi air bersih tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi jamaah maupun musafir yang melintas di jalur Pantura Gebang.
Prof. Rokhmin menjelaskan, berdirinya Kantor KBNU beserta fasilitas pendukungnya merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Tanah untuk pembangunan diwakafkan oleh tokoh masyarakat setempat, Haji Tarmadi, sedangkan pembangunan fisik terwujud melalui sedekah, infak, dan gotong royong keluarga serta warga Nahdliyin.
“Rasa syukur kepada Allah SWT harus diwujudkan melalui ibadah, kepedulian sosial, serta upaya menjaga keharmonisan kehidupan dan alam semesta,” pesan Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University.
Kepada pengurus MWC NU yang baru dilantik dan seluruh warga Nahdlatul Ulama, Prof. Rokhmin berpesan agar terus istiqamah menebarkan kebajikan.
Menurutnya, kebajikan tidak hanya ditujukan bagi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan seluruh umat manusia.
Ia juga menekankan agar Kantor KBNU Gebang tidak hanya berfungsi sebagai sekretariat organisasi, melainkan menjadi pusat aktivitas keumatan. Fasilitas toilet dan tempat wudu yang baru diresmikan, kata dia, harus dikelola secara tertib, bersih, aman, dan selalu terbuka bagi jamaah maupun musafir yang membutuhkan tempat bersuci dan beribadah.
“Kantor KBNU ini harus makmur untuk ibadah mahdhah sekaligus hidup sebagai pusat pendidikan, kegiatan sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat,” tutur Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) ini.
Menurutnya, dengan tersedianya fasilitas dasar yang layak seperti air bersih, toilet, dan tempat wudu, aktivitas jamaah akan semakin nyaman sehingga mampu menjadi fondasi dalam memakmurkan KBNU sebagai ruang publik keumatan yang produktif.
“Mari senantiasa istiqamah berbuat kebajikan, bukan hanya untuk diri sendiri dan keluarga, tetapi juga untuk masyarakat dan bangsa,” ungkap Prof. Rokhmin.
Peresmian tersebut menjadi simbol kuatnya kolaborasi antara tokoh nasional, kiai, dan masyarakat dalam membangun infrastruktur sosial yang memberikan manfaat langsung bagi umat. Wakaf tanah dari Haji Tarmadi serta semangat gotong royong warga menjadi bukti bahwa modal sosial masyarakat tetap menjadi kekuatan penting dalam membangun peradaban dari tingkat kecamatan.

















































































