Samuel Wattimena: Seni Harus Bermakna dan Jadi ‘Makanan Jiwa’ Masyarakat

Samuel menegaskan bahwa seni seharusnya tidak berhenti pada ekspresi personal sang seniman.
Sabtu, 21 Februari 2026 11:39 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Ungaran, Gesuri.id - Anggota Komisi VII DPR RI, Samuel Wattimena, mendorong para pelaku seni dan budaya untuk menciptakan karya yang tidak hanya mengedepankan estetika, tetapi juga memiliki kedalaman makna dan unsur komunikatif.

Samuel menegaskan bahwa seni seharusnya tidak berhenti pada ekspresi personal sang seniman.

Jangan hanya seni untuk kesenangan. Seni harus memiliki makna agar masyarakat dapat memahami dan merasakan pesan yang ingin disampaikan. Seni harus mampu menjadi makanan jiwa bagi publik, ujar Samuel dalam sarasehan bersama Jejaring Kolektif Semarang Serasi di Hills Joglo Villa, Kabupaten Semarang, Sabtu (20/2).

Baca:Kisah UnikGanjarPranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu

Sebagai contoh konkret, Samuel menyoroti keberadaan mural di Desa Lerep. Ia menyarankan agar karya visual tersebut dilengkapi dengan narasi singkat atau penjelasan kontekstual.

Baca juga :