Jakarta, Gesuri.id - Praktik politik uang (money politics) dinilai masih menjadi ancaman serius yang merusak kualitas demokrasi di Indonesia. Selain mencederai proses pemilihan, lingkaran setan ini berpotensi kuat mendorong pejabat terpilih melakukan korupsi demi mengembalikan modal politik.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo, dalam acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Anti-Politik Uang yang digelar Bawaslu Kota Semarang di Aula Kantor Kecamatan Pedurungan, Rabu (22/7).
Praktik politik uang itu sangat jahat. Dampaknya luar biasa karena kandidat akan lebih sibuk memikirkan cara mengembalikan modal ketimbang memperjuangkan kepentingan konstituennya, ujar Rahmulyo.
Baca:Kisah PerjuanganGanjardari Mahasiswa Sampai Jadi Capres
Menurut Rahmulyo, politik uang hanya dapat terjadi jika memenuhi tiga syarat utama: adanya penyedia dana, tim penyalur, dan masyarakat yang bersedia menerima. Jika salah satu unsur tersebut hilang, praktik haram ini dipastikan tak akan berjalan.