Kaimana, Gesuri.id Fraksi PDI Perjuangan DPRK Kaimana melontarkan kritik tajam terhadap kinerja Pemerintah Daerah Kabupaten Kaimana.
Sejumlah persoalan mendasar dinilai masih membayangi tata kelola keuangan daerah, mulai dari serapan anggaran yang minim hingga masalah regulasi program strategis.
Juru Bicara Fraksi PDI Perjuangan DPRK Kaimana, Mimi Selly, mengungkapkan bahwa realisasi Belanja Daerah pada semester pertama tahun 2026 masih sangat rendah. Kondisi ini memicu penumpukan uang rakyat di kas daerah dengan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) berjalan mencapai Rp358,85 miliar per akhir Juni 2026.
Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Konsolidasi per 30 Juni 2026 mencatat serapan Belanja Daerah baru mencapai 20,65 persen. Kinerja Belanja Modal fisik sangat memprihatinkan karena baru terealisasi 1,24 persen atau Rp1,63 miliar dari total alokasi Rp131,72 miliar, ujar Mimi Selly dalam konferensi pers, Kamis (20/8/2026).