Jakarta, Gesuri.id - Solidaritas antardaerah di kawasan Sunda Kecil kembali bergema di tengah musibah yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT).
Gubernur Bali Wayan Koster bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Iqbal bertolak ke NTT pada Kamis (20/8/2026) untuk menyerahkan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak bencana.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
Kedatangan kedua kepala daerah tersebut disambut hangat oleh Gubernur NTT Melky bersama Bupati Manggarai di Kantor BPBD Manggarai. Aksi ini menegaskan bahwa ikatan antara Bali, NTB, dan NTT bukan sekadar kerja sama administratif di atas kertas, melainkan persaudaraan regional yang nyata saat musibah menerpa.
Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi Bali menyerahkan bantuan senilai Rp1 miliar—terdiri atas uang tunai Rp850 juta dan logistik senilai Rp150 juta. Istimewanya, bantuan ini dihimpun murni dari aksi gotong royong para pegawai di lingkungan Pemprov Bali.
"Ini adalah wujud empati dan simpati masyarakat serta Pemerintah Provinsi Bali kepada saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT," ujar Wayan Koster saat memberikan keterangan di Denpasar, Jumat (21/8/2026).
Koster berharap dukungan ini dapat meringankan beban pemerintah daerah dan warga di tujuh kabupaten terdampak. Bagi mantan anggota DPR RI ini, bencana di NTT menjadi momentum untuk membuktikan makna sejati dari Kerja Sama Regional Tiga Provinsi Sunda Kecil (KR-BNN).
Ketiga provinsi memiliki jalinan sejarah dan kedekatan geokultural yang erat. Oleh karena itu, sinergi yang terbangun tidak boleh berhenti pada program formal pemerintahan semata, melainkan hadir dalam bentuk solidaritas kemanusiaan.
"Kerja sama Bali, NTB, dan NTT adalah ikatan dalam suka dan duka," tegas Koster.
Baca: Ini 5 Kutipan Inspiratif Ganjar Pranowo Tentang Anak Muda
Di sela agenda penyaluran bantuan, Koster juga menyempatkan diri mengunjungi pura setempat dan bersilaturahmi dengan warga keturunan Bali di NTT. Momen ini mempertegas bahwa hubungan Bali dan NTT dipelihara lewat ikatan sosial dan budaya yang mengakar kuat.
Bantuan Rp1 miliar dari Bali ini akhirnya menjadi lebih dari sekadar dukungan materi. Aksi gotong royong tersebut menjadi simbol hidup bahwa kebersamaan Sunda Kecil akan selalu ada—terutama saat salah satu saudaranya sedang tertimpa musibah.

















































































