Jakarta, Gesuri.id PDI Perjuangan menyoroti adanya kejanggalan atau anomali dalam indikator ekonomi makro Indonesia sepanjang tahun 2025. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Sumber Daya, Said Abdullah, di sela-sela diskusi strategis ekonomi di Sekolah Partai PDI Perjuangan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Said Abdullah, yang juga menjabat sebagai Ketua Banggar DPR RI, mempertanyakan korelasi antara angka pertumbuhan ekonomi dengan realisasi penerimaan negara yang tidak sejalan.
BaCa:Mengenal SosokGanjarPranowo. Keluarga, Tempat Bersandar
Ada anomali. Pertanyaan besar kami di Banggar dan Komisi XI DPR, kita tumbuh 5,11 persen sepanjang 2025, tapi penerimaan negara kita justru mengalami shortfall (kekurangan) yang luar biasa. Ini sebuah anomali, ujar Said.