Jakarta, Gesuri.id - Wakil Ketua Komisi XII DPR RI, Dony Maryadi Oekon menilai dinamika geopolitik global saat ini mulai memberikan dampak terhadap sektor energi nasional.
Kondisi tersebut terlihat dari tekanan terhadap ketersediaan pasokan energi, serta kenaikan harga energi di pasar internasional yang turut memengaruhi situasi energi di dalam negeri.
Di tengah kondisi tersebut, Dony mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung upaya menjaga ketahanan energi nasional melalui penggunaan energi secara lebih bijak dan efisien.
Baca: Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Kritik
“Dari pihak pengguna juga masyarakat, marilah kita mencoba berhemat. Kalau tidak perlu kemana-mana, lebih baik kita di rumah saja supaya penggunaan energi bisa kita kurangi,” ujar Dony dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (3/4).
Di samping itu, ia juga mewanti-wanti bila Indonesia masih memiliki ketergantungan terhadap impor energi, baik dalam bentuk produk bahan bakar maupun bahan baku minyak mentah.
Ketergantungan tersebut kata dia, membuat kondisi energi nasional turut dipengaruhi oleh perkembangan situasi global, termasuk konflik yang terjadi di sejumlah kawasan strategis dunia.
“Kita harus jujur bahwasanya memang dampak dari geopolitik ini atau perang yang terjadi di Timur Tengah ini, membuat tersendatnya pasokan dari energi bagi negara kita hari ini,” jelasnya.
Menurut Legislator PDI Perjuangan tersebut, dampak dari situasi global tersebut tidak hanya dirasakan pada aspek ketersediaan energi, tetapi juga terhadap kenaikan harga energi. Perubahan harga energi di tingkat global pada akhirnya turut memberikan tekanan terhadap harga energi di dalam negeri.
Baca: Ganjar Tekankan Kepemimpinan Strategis yang Berani Ambil
Di sisi lain, Dony menyebut pemerintah berupaya semaksimal mungkin untuk menjaga stabilitas harga energi, khususnya untuk komoditas energi yang mendapatkan subsidi. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap dapat memperoleh akses energi dengan harga yang terjangkau.
“Terutama BBM yang bersubsidi dan juga LPG yang bersubsidi. Ini pemerintah supaya masyarakat jadi tenang dan ini juga pemerintah menahan harga itu dalam posisi yang saat ini ada harganya,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dony menjelaskan bahwa harga energi non-subsidi pada dasarnya mengikuti mekanisme pasar global. Karena itu, kenaikan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor yang memengaruhi perubahan harga energi non-subsidi di dalam negeri.

















































































