Jakarta, Gesuri.id Ketua Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan DPR RI, Mercy Chriesty Barends, menyoroti paradoks yang terjadi di sejumlah daerah kepulauan di Indonesia. Menurutnya, tingginya pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan belum mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri ekstraktif.
Hal itu disampaikan Mercy dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Pansus RUU Daerah Kepulauan bersama para pakar di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Pertumbuhan Tinggi, Kemiskinan Masih Menghantui
Mercy mencontohkan Maluku Utara yang saat ini mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia, yakni mencapai 19,64 persen. Selain Maluku Utara, daerah kepulauan lainnya seperti Sulawesi Tenggara dan Kepulauan Riau juga mencatatkan pertumbuhan ekonomi di atas rata-rata nasional.
Namun, menurut politisi Fraksi PDI Perjuangan itu, tingginya angka pertumbuhan tersebut tidak berbanding lurus dengan kondisi ekonomi masyarakat di tingkat bawah.