Tragedi di Ngada Jadi Momentum Evaluasi: Ribka Tjiptaning Ajak Pemerintah Perkuat Jaring Pengaman Pendidikan

Peristiwa ini bukan sekadar duka keluarga, melainkan alarm bagi bangsa untuk meninjau ulang efektivitas program kesejahteraan rakyat.
Jum'at, 06 Februari 2026 05:20 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Jakarta, Gesuri.id Kabar duka yang menyelimuti Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), atas berpulangnya Yohanes Bastian Roja (10), mengundang keprihatinan mendalam dari berbagai pihak.

Siswa sekolah dasar tersebut mengakhiri hidupnya diduga karena tekanan ekonomi dan kesulitan memenuhi kebutuhan sekolah, seperti buku dan alat tulis.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kesehatan, Ribka Tjiptaning, menyampaikan bela sungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini bukan sekadar duka keluarga, melainkan alarm bagi bangsa untuk meninjau ulang efektivitas program kesejahteraan rakyat.

Baca:GanjarTegaskan Pemuda Harus Benar-benar Siap Hadapi

Ribka menyoroti adanya kontradiksi antara besarnya anggaran negara dengan realitas di lapangan. Ia membandingkan alokasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang mencapai Rp350 triliun dengan fakta masih adanya siswa yang kesulitan membayar iuran sekolah dan membeli perlengkapan dasar.

Baca juga :