Magelang, Gesuri.id - Wali Kota Magelang yang juga politisi PDI Perjuangan Damar Prasetyoni mendorong agar kepedulian menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari, sebab semakin memudar di kalangan masyarakat.
Hal itu disampaikan Damar, saat membuka kegiatan Dialog Budaya Tahun 2026 bertajuk Pemajuan Kebudayaan, di Aula Cendikia Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Magelang, Selasa (3/2).
Damar menyinggung fenomena sosial yang terjadi belakangan ini, salah satunya terkait laporan pencurian penutup gorong-gorong di sejumlah titik di Kota Magelang. Menurutnya, tindakan pencurian tersebut bukanlah cerminan budaya masyarakat Kota Magelang.
Saya yakin itu bukan budaya orang Kota Magelang. Kita butuh menumbuhkan budaya baru, yaitu budaya peduli. Saling mengingatkan, bahwa mencuri itu tidak baik dan membahayakan orang lain. Inilah esensi kebudayaan yang sebenarnya, yakni perilaku dan etika hidup bermasyarakat, tegas Wali Kota.
Pihaknya terus mengupayakan penguatan ekosistem kebudayaan, sebagai identitas Kota Magelang. Termasuk, adanya ruang diskusi dua arah antara pemerintah dan pelaku budaya. Menurutnya, dialog bukan sekedar seremonial, melainkan sarana untuk mengisi ruang jiwa dan pikiran, guna melahirkan referensi baru dalam membangun kota.