Jakarta, Gesuri.id - Anggota DPR RI, Ansari mengatakan pentingnya menjaga ideologi partai dan memperkuat keberpihakan kepada "wong cilik" (rakyat kecil) melalui kerja nyata di tengah masyarakat.
Hal itu disampaikannya dalam acara Ngaji Politik yang dirangkaikan dengan penjaringan Ketua PAC PDI Perjuangan se-Kabupaten Pamekasan, di hotel Cahaya Berlian setempat, Selasa, 3 Februari 2026.
Baca: Ganjar Pranowo Tekankan Pentingnya Kritik
Ansari menekankan bahwa PDI Perjuangan lahir dari ideologi Marhaenisme, yang berpihak pada rakyat kecil. Ia mengingatkan bahwa partai harus senantiasa hadir untuk masyarakat kecil sebagaimana ajaran Bung Karno.
“Kita lahir dari Marhaenisme. Dari rakyat kecil, oleh rakyat kecil, dan untuk rakyat kecil. Karena itu, kader PDI Perjuangan harus benar-benar bersama wong cilik,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh kader untuk memiliki semangat baru dan kesiapan menjadi ujung tombak perjuangan partai, bekerja secara konsisten di tengah masyarakat, serta bergotong royong mempercepat kemajuan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Ansari turut menjelaskan perannya sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang membidangi urusan keagamaan, sosial, kebencanaan, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta pengelolaan zakat dan wakaf.
Baca: Ganjar Minta Parpol Pendukung Wacana Kepala Daerah Dipilih
Ia membuka ruang bagi masyarakat dan kader PDI Perjuangan di Pamekasan untuk menyampaikan aspirasi dan persoalan yang berkaitan dengan bidang tersebut.
“Kalau ada permasalahan di bidang keagamaan, sosial, kebencanaan, atau haji, silakan disampaikan kepada kami. Itu bagian dari tugas kami memperjuangkan aspirasi rakyat,” ujarnya, mengakhiri.

















































































