Jakarta, Gesuri.id PT Pertamina Patra Niaga mengisyaratkan adanya potensi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi, seperti Pertamax dan Pertamina Dex.
Sinyal lonjakan harga ini memicu perhatian serius dari Anggota Komisi VI DPR RI, Hj. Ida Nurlaela Wiradinata.
Ida menegaskan bahwa potensi lonjakan harga BBM non-subsidi yang diperkirakan dapat menembus Rp20.000 per liter harus diantisipasi sejak dini. Langkah ini krusial karena lonjakan harga minyak dunia berisiko menekan biaya energi masyarakat serta memukul aktivitas ekonomi nasional.
Baca:Ini 3 Faktor yang MembuatGanjarPranowo Menjadi Capres Terkuat!
Menurut legislator PDI Perjuangan tersebut, pemerintah dan Pertamina wajib memastikan setiap kebijakan penyesuaian harga dilakukan secara terukur. Penyesuaian tersebut harus memperhitungkan dinamika pasar global tanpa mengabaikan daya beli masyarakat.