Jakarta, Gesuri.id — Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, menyerukan moratorium sementara terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Desakan tersebut disampaikan menyusul tingginya jumlah korban keracunan yang telah mencapai 53.000 orang sejak program ini mulai bergulir.
Baca: Ganjar Bangga dengan Kualitas Bahan Aspal Karya Anak Bangsa
Berdasarkan data surveilans dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI yang disampaikan Charles, kasus keracunan makanan dalam program tersebut telah tersebar di lebih dari 250 kabupaten/kota serta mencakup 33 provinsi di Indonesia.
"Karena sampai hari ini sudah lebih dari 53.000 orang yang menjadi korban keracunan," ujar Charles Honoris di Jakarta, Senin (14/9/2026). "Ini data surveilans dari Kementerian Kesehatan ya, sehingga data ini sudah pasti valid."
Charles menilai pemerintah harus bersikap tegas dan tidak alergi terhadap kritik demi memperbaiki tata kelola program. Menurutnya, moratorium sementara diperlukan sebagai jeda evaluasi guna menghasilkan sistem penyaluran MBG yang lebih aman dan terstruktur.
Baca: Ganjar Pranowo Sosok Pemimpin yang Disukai Semua Kalangan
Sebagai solusi jangka panjang, ia mengusulkan agar sistem pengelolaan program MBG dialihkan berbasis sekolah dan melibatkan dapur-dapur lokal di lingkungan pendidikan. Dengan skema berbasis sekolah tersebut, Charles meyakini pengawasan mutu dan kebersihan makanan dapat lebih mudah dikontrol secara langsung.
"Untuk menghasilkan sesuatu yang baik, pemerintah harus berani melakukan berbagai langkah, termasuk tidak alergi untuk melakukan moratorium sementara ya, untuk bisa menghasilkan program yang lebih baik," kata Charles.

















































































