Bedah Buku Tionghoa Medan, Sofyan Tan Tegaskan Budaya Tak Mengenal Pagar

Dari perbedaan itulah lahir perjumpaan, kebersamaan, dan keharmonisan yang menjadi wajah ruang kebhinnekaan Indonesia.
Kamis, 06 Agustus 2026 19:27 WIB Jurnalis - Heru Guntoro

Medan, Gesuri.id Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, dr. Sofyan Tan menegaskan perbedaan bukanlah alasan untuk saling menjauh.

Justru dari perbedaan itulah lahir perjumpaan, kebersamaan, dan keharmonisan yang menjadi wajah ruang kebhinnekaan Indonesia.

Pesan mendalam tersebut disampaikan oleh Sofyan saat menjadi pembicara dalam acara bedah buku Tionghoa Medan: Merajut Kebhinnekaan dalam Keharmonisan Berbangsa karya Dr. Mariana Makmur, M.A. Acara ini diselenggarakan oleh Program Studi Bahasa Mandarin, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Sumatera Utara (USU), Medan, pada Rabu (6/8).

Sofyan Tan menegaskan bahwa buku tersebut tidak hanya mengulas masyarakat Tionghoa di Medan, tetapi juga memotret potret besar Indonesia. Perjalanan masyarakat Tionghoa merupakan bagian tak terpisahkan dari sejarah bangsa dalam merawat perbedaan tanpa harus kehilangan identitas budaya.

Baca:Inilah Profil dan BiodataGanjarPranowo

Baca juga :