Dari Ciracas ke Lapangan Banteng, Sumpah Pemuda Menyala di Hati Empat Anak Muda

Jujur mereka akui, baru PDI Perjuangan partai politik yang kegiatannya selalu bernilai kebangsaan dan begitu konsen merawat ingatan sejarah
Senin, 26 Oktober 2026 00:04 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Jakarta, Gesuri.id - Malam mulai turun ketika cahaya lampu menyelimuti Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Musik, tawa, dan riuh anak muda bercampur dengan suasana kebangsaan yang terasa berbeda.

Di tempat itu, sejarah seperti menemukan cara baru untuk menyapa generasi muda.Bukan melalui buku pelajaran atau upacara yang berlangsung khidmat, tetapi lewat musik, kreativitas, perjumpaan, dan ruang ekspresi anak muda.

Lapangan Banteng malam itu menjadi bagian dari rangkaian Merah Muda Fest 2026. Festival yang digelar DPP PDI Perjuangan tersebut mengambil momentum Sumpah Pemuda dengan tema Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Kemanusiaan.

Pilihan tempatnya pun tidak sekadar kebetulan. Kawasan Lapangan Banteng memiliki jejak sejarah Kongres Pemuda II 1928, ketika gagasan tentang persatuan pemuda Indonesia menemukan momentumnya.Namun, hampir satu abad kemudian, wajah pemudanya telah berubah.

Mereka datang dengan gawai di tangan, hidup dalam dunia digital, berbicara dengan bahasa zaman, dan menghadapi persoalan yang berbeda. Tetapi satu hal tetap sama: mereka adalah generasi yang akan menentukan arah Indonesia berikutnya.

Baca juga :