Jakarta, Gesuri.id - Kader PDI Perjuangan Jawa Tengah, Tirta Pandu Winata, menilai Merah Muda Fest 2026 menjadi ruang bagi generasi muda untuk merefleksikan semangat Sumpah Pemuda sekaligus mendiskusikan berbagai persoalan aktual dan merumuskan solusi yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Sebelumnya aku dapet info ini kan di pemberitaan, di media sosial gitu. Awalnya itu memang tertarik dengan acara-acaranya. Konsepnya memang bertepatan menjelang Sumpah Pemuda kan,” kata Tirta saat menceritakan ketertarikannya mengikuti rangkaian kegiatan Merah Muda Fest 2026, Minggu (25/10).
Ia mengaku tertarik menghadiri kegiatan tersebut karena menghadirkan beragam acara yang sejalan dengan momentum menjelang peringatan Hari Sumpah Pemuda. Selain ingin melihat langsung berbagai kegiatan yang diselenggarakan, Tirta juga mendapat penugasan untuk hadir dalam acara tersebut.
Baca: Kisah Unik Ganjar Pranowo di Masa Kecilnya untuk Membantu Ibu
“Pengen nih kesini, pengen liat-liat. Ada banyak event gitu kan. Terus kebetulan juga ada penugasan juga nih kesini. Jadi berbarengan momentumnya. Jadi ya kami kesini pengen ya melihat bagaimana merefleksikan suasana yang memang ada di sini dan terus ikutan napak tilas, game, dan lain sebagainya sih,” ucapnya.
Menurut Tirta, peringatan Sumpah Pemuda tidak cukup hanya diisi dengan mempelajari sejarah perjuangan para pendahulu. Sejarah memang menjadi fondasi penting bagi generasi muda, tetapi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya perlu terus diperbarui melalui pemikiran dan tindakan yang sesuai dengan tantangan zaman.
Ia menilai, semangat Sumpah Pemuda pada 1928, yang menyatukan kelompok-kelompok pemuda dari berbagai daerah, tetap relevan untuk dijadikan inspirasi. Namun, persoalan yang dihadapi generasi muda saat ini terus berkembang sehingga membutuhkan pendekatan dan solusi yang sesuai dengan kondisi terkini.
“Buat teman-teman muda, kita jangan hanya belajar sejarah ya. Belajar sejarah itu penting menjadi fondasi. Tapi akan tetapi bagaimana itu terus diperbaharui dari tahun ke tahun. Karena ketika kita membicarakan tentang Sumpah Pemuda, awal berdirinya atau awal Sumpah Pemuda itu kan bagaimana mengintegrasikan kelompok-kelompok antardaerah,” ungkapnya.
Baca: 9 Prestasi Mentereng Ganjar Pranowo Selama Menjabat Gubernur
Tirta menambahkan, generasi muda perlu memahami bahwa tantangan yang dihadapi setiap zaman tidak selalu sama. Karena itu, semangat persatuan yang diwariskan para pemuda pada 1928 harus disertai kemampuan untuk membaca perkembangan persoalan dan menyusun langkah penyelesaian yang relevan.
“Nah apakah saat ini permasalahannya serupa? Saya kira permasalahan akan terus diperbaharui juga kan. Permasalahan terus update. Jadi penyelesaiannya juga harus update terus. Makanya anak-anak muda itu harus ya berkumpul, mendiskusikan, dan kemudian merumuskan solusi yang relevan dengan eranya. Merah Muda Fest. Merah Berani. Muda Beraksi,” jelasnya.
Melalui Merah Muda Fest 2026, Tirta berharap generasi muda tidak hanya mengenal sejarah Sumpah Pemuda, tetapi juga mampu menerjemahkan semangat persatuan ke dalam upaya nyata untuk menjawab tantangan masa kini melalui diskusi, kolaborasi, dan gagasan yang sesuai dengan perkembangan zaman.

















































































