Jakarta, Gesuri.id - Relawan Ganjarist mengajak masyarakat untuk bersikap kritis dan tidak menelan mentah-mentah hasil survei yang dikeluarkan sejumlah lembaga terkait elektabilitas calon presiden-wakil presiden (capres-cawapres 2024).
Ganjarist mengajak masyarakat mengkritisi dan tidak mentah-mentah mempercayai hasil survei elektabilitas yang banyak beredar. Dan tetap optimistis dan semangat mensosialisasikan program unggulan Ganjar-Mahfud, ujar Ketua Umum Ganjarist Kris Tjantra dalam keterangannya, Kamis (28/12).
Pasalnya, lanjut Kris, saat ini publik bertubi-tubi dijejali laporan survei elektabilitas dari berbagai lembaga dengan hasil yang berbeda-beda dan sangat fluktuatif. Namun, sepertinya salah satu temuan yang paling sering digadang-gadang adalah soal adanya kemungkinan Pilpres kali ini hanya akan berlangsung satu putaran.
Dan, tanpa alasan yang jelas, elektabilitas Ganjar-Mahfud tampak semakin menurun angkanya. Masyarakat patut kritis. Cermati dan awasi, jangan sampai ada agenda gelap di balik angka-angka survei, ucap Kris.
Ia pun menegaskan bahwa cara dengan menggunakan hasil survei elektabilitas untuk mengecoh psikologis masyarakat sudah umum dilakukan. Angka-angka dalam survei bisa dibuat sedemikian rupa untuk membangun persepsi bahwa ada pasangan calon yang menjadi favorit dan ada yang berkurang dukungannya.