Hasto: Sudah Saatnya Dirumuskan Manifesto Dwi Tunggal Bung Karno-Bung Hatta

Bung Karno & Bung Hatta adalah dwi tunggal. Ini tidak hanya realitas sejarah, tapi juga di dalam perjuangan konsepsi tentang Indonesia Raya
Kamis, 13 Agustus 2026 23:44 WIB Jurnalis - Nurfahmi Budi Prasetyo

Jakarta, Gesuri.id Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menegaskan pentingnya kembali menggali pemikiran dan keteladanan para pendiri bangsa dalam menghadapi tantangan Indonesia saat ini. Hal itu disampaikannya dalam Peringatan 124 Tahun Bung Hatta di Taman Makam Bung Hatta, Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Selasa (11/8) sore.

Peringatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang sosok Mohammad Hatta sebagai salah satu proklamator sekaligus tokoh penting dalam perjalanan sejarah kemerdekaan Indonesia. Kehadiran para peserta di pusara Bung Hatta juga menjadi ruang refleksi atas gagasan, perjuangan, dan nilai-nilai kebangsaan yang diwariskan oleh para pendiri Republik.

Dalam kesempatan tersebut, Hasto menyoroti hubungan historis antara Bung Hatta dan Bung Karno yang tidak dapat dilepaskan dari proses perjuangan menuju kemerdekaan dan pembangunan fondasi kehidupan bernegara.

Bung Karno dan Bung Hatta adalah dwi tunggal. Ini tidak hanya realitas sejarah, tetapi juga di dalam perjuangan konsepsi tentang Indonesia Raya dan juga legacy yang dibangun oleh kedua pemimpin. Apalagi di tengah-tengah situasi ketika kita menghadapi krisis moral, krisis terkait dengan karakter sebagai bangsa untuk menentukan arah masa depan, maka sudah saatnya untuk memikirkan manifesto dwi tunggal Bung Karno dan Bung Hatta.

Peringatan 124 Tahun Bung Hatta tidak sekadar menjadi agenda mengenang perjalanan hidup seorang tokoh bangsa. Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk menempatkan kembali pemikiran Bung Hatta dalam konteks kehidupan kebangsaan hari ini.

Baca juga :