I Nyoman Parta: Penting Menjaga Tanah Pertanian Tak Terpisahkan dari Identitas Budaya Bali

Parta menekankan tanah di Bali bukan hanya sekadar lahan fisik, melainkan ruang hidup yang melahirkan kebudayaan.
Rabu, 08 April 2026 08:00 WIB Jurnalis - Effatha Gloria V.G. Tamburian

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi III DPR RI Dapil Bali, I Nyoman Parta, kembali menegaskan pentingnya menjaga tanah pertanian sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Bali.

Hal tersebut disampaikan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, dikutip Rabu (8/4/2026), saat mengulas tradisi sakral Nuuh yang digelar di Desa Sebatu, Gianyar, Bali.

Dalam keterangannya, Parta menekankan tanah di Bali bukan hanya sekadar lahan fisik, melainkan ruang hidup yang melahirkan kebudayaan. Ia menyebut, dari tanah tersebut, masyarakat Bali mengenal Tuhan, menjalankan ritual, hingga menciptakan kesenian.

Tradisi Nuuh atau Mejarag Jaje Lempeng yang dilaksanakan masyarakat subak di Desa Sebatu menjadi contoh nyata hubungan erat manusia Bali dengan alam. Ritual ini dilakukan saat tanaman padi mulai hamil sebagai bentuk syukur sekaligus permohonan agar panen berhasil.

Tanah Bali bukan sekadar hamparan. Tanah Bali memproduksi kebudayaan, dari manusia mengenal Tuhannya hingga melakukan persembahan dan ritual, ujar Parta.

Baca juga :