Ikuti Kami

Mufti Anam: Tingginya Biaya Logistik Pelabuhan di Indonesia Penyebab Produk Nasional Sulit Bersaing

Biaya pengiriman laut dari Belawan ke Jakarta jauh lebih mahal dibandingkan dari Singapura ke Amerika.

Mufti Anam: Tingginya Biaya Logistik Pelabuhan di Indonesia Penyebab Produk Nasional Sulit Bersaing
Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Aimah Nurul Anam.

Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi VI DPR RI, Mufti Aimah Nurul Anam, menyoroti tingginya biaya logistik pelabuhan di Indonesia yang dinilai menjadi salah satu penyebab utama produk nasional sulit bersaing di pasar global.

“Berdasarkan info yang beredar katanya biaya pengiriman laut dari Belawan ke Jakarta jauh lebih mahal dibandingkan dari Singapura ke Amerika, apabila ini benar kami minta Pelindo segera memperbaiki masalah ini,” tuturnya dikutip Senin (6/4/2026).

Mufti menilai, persoalan utama yang dihadapi eksportir Indonesia bukan terletak pada kualitas produk, melainkan pada tingginya biaya distribusi di dalam negeri. Ia menyebut, dalam sejumlah kasus, biaya pengiriman logistik bahkan bisa melampaui nilai barang yang akan diekspor.

Kondisi tersebut menyebabkan produk Indonesia yang sejatinya memiliki harga kompetitif menjadi mahal ketika sampai di pasar tujuan. Dampaknya, daya saing produk nasional menurun meskipun telah mendapatkan berbagai fasilitas, termasuk keringanan tarif dari negara tujuan ekspor.

Ia mencontohkan ekspor ke Amerika Serikat, di mana produk Indonesia sebenarnya memiliki keunggulan dari sisi tarif pajak dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya. Namun, keunggulan tersebut tidak cukup untuk menutupi tingginya biaya logistik yang telah membengkak sejak dari dalam negeri.

Menurutnya, biaya pelabuhan dan logistik yang tinggi menjadi faktor dominan yang menggerus margin keuntungan eksportir, sekaligus menghambat potensi peningkatan ekspor nasional.

Mufti juga mengungkapkan adanya ketimpangan tarif layanan pelabuhan di Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Ia menilai struktur tarif yang berlaku saat ini membuat harga produk Indonesia menjadi kurang kompetitif di pasar regional.

“Data yang berbicara faktanya memang tarif pelabuhan di Indonesia yang termahal se ASEAN, Harapan saya dengan terpilihnya direktur yang baru optimalisasi pelayanan dapat berjalan maksimal,” imbuhnya.

Lebih lanjut, ia berharap adanya pembenahan menyeluruh dalam sistem logistik nasional, khususnya di sektor pelabuhan. Menurutnya, perbaikan tidak hanya mencakup aspek tarif, tetapi juga efisiensi layanan, transparansi biaya, serta peningkatan infrastruktur pendukung.

Mufti menegaskan, langkah perbaikan tersebut menjadi krusial agar Indonesia dapat memaksimalkan potensi ekspor dan meningkatkan daya saing produk nasional di pasar global. Ia juga mendorong Pelindo untuk segera melakukan evaluasi dan reformasi kebijakan guna menekan biaya logistik yang selama ini menjadi beban bagi pelaku usaha.

Quote