Jakarta, Gesuri.id - Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua Umum Dulur Cirebonan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.Sc., menegaskan pentingnya persatuan dan kekompakan warga Ciayumajakuning dalam momentum Halal Bihalal akbar yang digelar di Ballroom Kementerian Kelautan dan Perikanan, Gedung Mina Bahari III, Jakarta, Minggu (5/4/2026).
“Halal Bihalal ini merupakan agenda rutin yang memiliki makna besar dalam mempererat tali persaudaraan. Melalui kegiatan ini, kami berharap tali silaturahmi semakin erat, rasa kekeluargaan terus terjaga, dan semangat kebersamaan semakin kuat,” ujarnya.
Acara yang diikuti ribuan warga asal Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan ini menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri sekaligus wadah konsolidasi gagasan pembangunan daerah dan nasional.
“Persatuan dan kekompakan adalah kunci. Tanpa itu, potensi besar yang kita miliki tidak akan bisa dioptimalkan untuk kesejahteraan bersama,” tegasnya.
Prof. Rokhmin Dahuri juga menyoroti potensi besar kawasan CIAYUMAJAKUNING yang dinilai memiliki kekuatan sebagai simpul pertumbuhan baru di Pulau Jawa, didukung oleh infrastruktur dan kekayaan sumber daya alam.
“Pembangunan tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Harus ada kolaborasi antara masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan pemimpin daerah. Semua harus bergerak bersama,” tegas Menteri Kelautan dan Perikanan 2001-2004 itu.
Ia menekankan pentingnya pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan untuk menjaga keseimbangan antara ekonomi, lingkungan, dan aspek sosial.
“Pembangunan harus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, dan keadilan sosial. Inilah prinsip pembangunan berkelanjutan yang harus kita pegang bersama,” tambahnya.
Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah bagaimana mengubah potensi yang dimiliki menjadi kekuatan ekonomi nyata yang berdampak langsung pada masyarakat.
“Tantangan utama kita adalah bagaimana mentransformasikan potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saya mendorong kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, investor, serta pemanfaatan anggaran negara untuk mempercepat pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di kawasan CIAYUMAJAKUNING,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menegaskan bahwa paguyuban Dulur Cirebonan merupakan rumah besar bagi warga perantauan yang memiliki peran penting dalam memperkuat kontribusi terhadap bangsa.
“Paguyuban ini adalah rumah besar kita. Melalui kegiatan Halal Bihalal, kita saling memaafkan, memperkuat kebersamaan, dan menyalakan semangat untuk berkontribusi bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Ketua Umum Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) tersebut.
Selain sambutan, acara juga diisi dengan tausiyah bertema “Implementasi Nilai-nilai Puasa Ramadhan dan Idul Fitri untuk Kebahagiaan Hidup dan Mewujudkan Indonesia Emas 2045” oleh Ustadz Dr. H. Legisan Samtafsir, M.Ag., yang memberikan pesan spiritual dan motivasi kebangsaan kepada peserta.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan silaturahmi, saling bersalaman, makan siang bersama, serta diiringi musik religi Melayu yang menambah suasana keakraban.
“Jika kita bersatu dan bergerak bersama, saya optimistis Ciayumajakuning bisa menjadi kawasan yang maju, mandiri, dan berkontribusi besar bagi Indonesia,” tegasnya.
Dalam pesannya, Prof. Rokhmin Dahuri juga merumuskan empat fondasi utama kemajuan wilayah yang harus dijalankan secara seimbang.
“Saat semuanya berjalan seimbang, maka kesejahteraan dan kedaulatan bukan sekadar cita-cita — tapi keniscayaan,” ujarnya.
Ia menyebutkan empat fondasi tersebut meliputi peta jalan pembangunan yang jelas, sumber daya manusia unggul, stabilitas politik dan hukum, serta kepemimpinan yang kompeten dan berintegritas.
“Jika kita bersatu, memiliki arah yang jelas, SDM unggul, stabilitas yang terjaga, dan kepemimpinan berintegritas, maka Indonesia bukan hanya maju di atas kertas, tetapi benar-benar berdaulat dan sejahtera,” pungkasnya.

















































































